Wednesday, November 15, 2006

Hahan dan "Awul-awul"

Paling tidak ada empat alasan mengapa Hahan (Uji Handoko), 23th, mahasiswa Seni Grafis, angkatan 2002, Institut Seni Indonesia (Yogyakarta), lebih memilih untuk belanja baju di toko-toko pakaian bekas daripada di mall: 1) murah; 2) model baju yang unik, sehingga sulit dicari kembarannya dengan orang lain; 3) kemungkinan mendapatkan kaos-kaos kelompok musik secara tidak sengaja lebih besar; 4) seringkali mendapatkan ide untuk mendesain kaos/baju dengan melihat model kaos/baju di toko pakaian bekas.

Toko pakaian bekas ini mendapatkan penyebutan yang berbeda-beda. Di Jogja, masyarakat menyebutnya dengan sebutan "awul-awul" (ini untuk menunjuk pada teknik pemilihan baju yang selalu didapatkan dengan cara di"awul-awul", dibongkar sekuat tenaga seperti mencari barang berharga yang tersembunyi di balik tumpukan baju yang menggunung). Sementara di Makassar, masyarakat menyebutnya dengan "cakar" alias cap karung. Tentu ini untuk menunjuk pada cara bagaimana baju-baju ini dikemas sebelum dijual, yaitu dimasukkan dalam karung-karung berukuran besar. Pedagang kemudian memilah-milah baju dalam karung dan memajangnya di toko.

Perkenalan pertama Hahan dengan awul-awul diawali dari kelas 3 SMP. Saat itu, sang kakek mendapat sumbangan berupa bahan makanan pokok dan beberapa karung baju bekas untuk dijual di suatu bazaar di pondok pesantren di Magelang. Awalnya Hahan mengira bahwa itu adalah baju-baju bekas dari Indonesia, sampai kemudian ia menyadari bahwa karung ini berisi baju-baju bekas yang sudah berjalan jauh dari luar negeri.

Sulit untuk mengatakan secara pasti berapa jumlah uang yang ia belanjakan untuk membeli baju awul-awul ini. Yang jelas, paling sedikit dengan uang 1500 rupiah ia sudah bisa mendapatkan satu buah kaos. Jumlah uang terbesar--seingatnya--yang pernah dibelanjakan di toko awul-awul adalah sebesar 80.000 rupiah.

Membeli baju di awul-awul adalah salah satu metode yang sering dipakai Hahan untuk mendapatkan baju baru. Metode lain untuk mendapatkan baju baru adalah dengan cara menyablon kaos sendiri atau mendapatkan doorprize berupa kaos/pakaian apapun dari teman.

Nuraini Juliastuti

No comments: